Langsung ke konten utama

Postingan

TALIBAN DAN ARAB SPRING: AKANKAH TERULANG KEMBALI?

Baru-baru ini media dikejutkan dengan situasi di Afganistan yang sedang kacau diacak-acak oleh Taliban. Gerakan tersebut muncul diakibatkan kekecewaan dari masyarakat etnis Pashtun yang tidak suka dengan pemerintahan sekarang. Hingga akhirnya kini istana kepresidenan jatuh di tangan Taliban. Sedang pemimpinnya sendiri, memilih untuk kabur dan meninggalkan negaranya dalam situasi tersebut. Taliban sering dikait-kaitkan dengan teroris-teroris semacam Al-Qaeda, namun hingga saat ini, tidak muncul siapakah sebenaranya dalang dari di balik berkuasanya Taliban. Dengan tujuan yang katanya hanya ingin menerapkan Hukum Islam di pemerintahan, Taliban berjanji tidak akan mengulangi ‘kesalahan’ yang dulu pernah mereka lakukan. Dalam sejarahnya, pada tahun 1996, setelah Taliban berhasil merebut istana kepresidenan dalam genggaman Najibullah Ahmadzai, mereka langsung menyatakan bahwa Afganistan merupakan negara yang menganut Hukum Islam. Dalam hal tersebut, terdapat tiga negara yang mengakui p...

KARENA JURNALISME BUKAN MONOPOLI WARTAWAN: SEBUAH TAMPARAN

” Atau, di sini, wartawan dan media, memang pantang menyesali dan meminta maaf untuk pemberitaan mereka yang keliru...” Judul                       : Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan Penulis                     : Rusdi Mathari Penyunting              : Wisnu Prasetya Utomo Perancang Sampul    : Ayos Purwoaji Penerbit                   : Buku Mojok Cetakan                   : Pertama Tahun                      : Juli 2018 Harga    ...

KUCUMBU TUBUH INDAHKU (2019): KEBRUTALAN YANG INDAH

  Film yang sempat mengundang teguran, bahkan pemboikotan dari khalayak ini menyimpan berbagai macam seluk-beluk dari dualisme seorang laki-laki. Laki-laki yang dipandang sebagai makhluk dengan kemaskulinitas, ternyata juga memiliki sisi femininnya. Namun yang kedua itu jarang ditampakkan. Mengapa? Karena pandangan sekitar. Laki-laki yang menonjolkan sisi femininnya tak jarang dilabeli sebagai “waria” atau wanita dan pria. Meskipun, sebenarnya tidak ada penghubung antara kedua elemen tersebut. Di dalam film Kucumbu Tubuh Indahku (2019) atau dengan judul Bahasa Inggris Memories of My Body (2019), Garin Nugroho ingin menampakkan wujud dari kehidupan sebenarnya. Sungguh, beberapa adegan di dalam film ini terkadang membuat penonton menjadi meringis, mual, atau bahkan jijik. Bukan karena adegan-adegan bercintanya, namun film ini sering memperlihatkan kebrutalan yang dianggap sebagai “klimaks” oleh Garin Nugroho sendiri (berdasarkan wawancara beliau dengan KOMPASTV). Brutal? Tidak te...